Memasuki usia 6 bulan merupakan tahapan si kecil memasuki awal mula untuk makan atau dikenal dengan MPASI. Fase ini itu nggak semudah yang dibayangkan, terlebih lagi untuk new mom. Karena mom harus berpikir keras untuk menu makan si kecil agar dia nggak GTM dan howek howek.
Awal mula MPASI itu nggak bisa sembarangan mom. Karena salah-salah sikit, nanti berabe. Jadi biar lebih aman, mom boleh ikuti tips ini. Karena MPASI dianjurkan untuk diberikan mengikuti 4 prinsip berikut:
1. Tepat waktu
Waktu pemberian makan sekarang ini sering kali bertentangan dengan orangtua kita dulu. Karena orangtua dulu sudah mulai memberikan makan pada anak di usia 3 bulan. Apalagi, kalau anaknya rewel aja. Udahla, pasti dibilang “ASI ibunya nggak cukup itu, kasih makan aja.” Nah, itu semua kalau mom mau ngelakuinnya, aku sarani untuk konsul ke Dokter Spesialis Anak (DSA) terlebih dulu, ya.
Karena kalau kenaikan berat badan (BB) yang kurang baik, Si Kecil dapat mulai diberikan MPASI setelah dievaluasi penyebabnya dan setelah kesiapan makannya dinilai oleh dokter.
Ingat mom, MPASI itu diberikan pada usia yang tepat, yaitu ketika ASI saja tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi. IDAI dan WHO merekomendasikan pemberian MPASI selambat-lambatnya di usia 6 bulan.
Adapun tanda kesiapan memulai MPASI yang harus dinilai bersama dokter, yaitu:
* Si Kecil menunjukkan ketertarikan terhadap makanan.
* Leher tegak dan Si Kecil dapat mengangkat kepala sendiri tanpa bantuan.
* Refleks ‘melepeh’ (mengeluarkan makanan dari mulut) berkurang.
Pemberian MPASI terlalu dini berisiko menyebabkan infeksi saluran cerna, alergi, dan obesitas. Sedangkan jika terlalu lambat akan menyebabkan kekurangan asupan gizi hingga stunting. Oleh karena itu, mom ada baiknya konsultasikan ke DSA untuk menilai apakah Si Kecil sudah boleh mulai diberikan makanan pendamping ASI.
2. Cukup (adequate)
Menu MPASI yang diberikan disarankan mengandung kebutuhan nutrisi yang tidak dapat dipenuhi lagi oleh ASI, terutama jumlah energi, protein, zat besi, dan zinc. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi semuanya. Oleh karena itu, berikan MPASI yang bervariasi dan mencukupi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak, serta mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral.
Menu seperti ini dikenal dengan menu lengkap.
Mom juga boleh kenalkan buah dan sayur dalam jumlah kecil dengan memerhatikan asupan dan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak pada MPASI. Baiknya, mom beri MPASI dari bahan makanan yang biasa keluarga makan. Karena kedepannya itu akan lebih memudahkan mom memberi makan Si kecil.
MPASI juga harus diberikan dengan jumlah dan tekstur yang ditingkatkan sesuai tahapannya mom. Keterlambatan pengenalan tekstur pada usia 6-9 bulan berisiko menyebabkan masalah makan pada anak di kemudian hari. Jadi harus diperhatikan, ya mom.
3. Aman dan higienis (safe)
Kemudian, mom juga harus perhatikan kebersihan tangan, bahan, dan peralatan MPASI selama proses persiapan, pembuatan, penyimpanan, dan penyajian MPASI. Mom perlu cuci tangan sebelum mempersiapkan MPASI, dan sebelum menyuapi Si Kecil.
Untuk penyimpanan makanan, mom bisa simpan MPASI di kulkas dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius (kulkas bawah), untuk pemberian makan selama sehari setelah disimpan dalam wadah tertutup. Lama penyimpanan tergantung dari jenis bahan makanan yang digunakan ya mom.
MPASI yang disimpan beku dapat dihangatkan dengan direndam air bersama plastik pembungkus makanan, dan pastikan mengganti air setiap 30 menit. MPASI juga bisa dihangatkan menggunakan microvawe mom, namun perlu diperhatikan bahwa panas yang dihasilkan nggak tersebar merata. Perlu diingat mom, makanan beku yang telah dihangatkan nggak baik untuk dibekukan lagi, ya.
4. Diberikan dengan cara yang tepat (properly fed)
Pemberian MPASI diberikan dengan cara yang responsif (responsive feeding), artinya pemberian MPASI ini harus konsisten sesuai sinyal lapar dan kenyang dari Si Kecil. Walaupun diberikan dengan cara yang responsif, pemberian MPASI tetap perlu jadwal yang teratur lho mom. Yaitu tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya, dengan waktu makan tidak boleh lebih dari 30 menit.
Kalau Si Kecil menunjukkan sinyal nggak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan wajah, atau menangis), mom bisa tawarkan kembali makanan secara netral, yaitu tanpa membujuk ataupun memaksa. Kalau setelah 10-15 menit Si kecil tetap nggak mau makan, akhiri proses makan. Memang perlu kesabaran mom untuk mendorong bayi makan sendiri sesuai tahapan usia Si Kecil.
Hindari memaksa Si Kecil menghabiskan makanan, ya mom. Karena dalam memberikan MPASI, mom harus menciptakan suasana makan yang menyenangkan (tidak ada paksaan), serta tidak ada distraksi (mainan, televisi, perangkat permainan elektronik).
Kalau mom menawarkan jenis makanan yang baru, mom harus bersabar sedikit. Terkadang butuh pengenalan 10-15 kali agar makanan dapat diterima dan dimakan oleh Si Kecil. Kalau bisa sajikan jenis makanan baru bersama dengan makanan yang disukai Si Kecil.
Nah, itu dia tips dari aku mom ya masih newbie dan berbagi berdasarkan apa yang aku alami. Semangat untuk memberi makan Si kecil mom.





