Vina: Sebelum 7 Hari, Sebuah Kisah Nyata Diangkat ke Layar Kaca

Mei 29, 2024


Setelah diangkat ke layar lebar, kisah nyata dari tragedi Vina Cirebon kembali diusut. Tapi aku bukan mau bahas soal kasus yang tengah diusut oleh pihak kepolisian saat ini. Melainkan film yang telah ditayangkan beberapa waktu lalu. 

Film Vina: Sebelum 7 Hari adalah sebuah film horor garapan film produksi Dee Company.  Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan kronologi pembunuhan seorang gadis berusia 16 tahun pada 2016 silam. 

Ya, gadis itu bernama Vina yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Vina tewas bersama kekasihnya Eky. Mereka tewas dan ditemukan terbujur kaku penuh luka di flyover Cirebon.

Awalnya, keluarga mereka mengira kematian ini disebabkan oleh kecelakaan. Namun setelah diselidiki, pihak kepolisian menemukan banyak kejanggalan. Hal itu membuat mereka melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kasus ini.

6 hari setelah kejadian tersebut, sahabat Vina yang bernama Linda menghubungi keluarga Vina. Dia meminta mereka agar datang ke rumahnya.

Keluarga Vina pun mengunjungi Linda di kediamannya untuk melakukan pertemuan. Saat di tengah pertemuan Linda tiba-tiba kerasukan. Arwah yang merasuki Linda mengaku sebagai Vina. 

Makhluk ini pun menceritakan kronologi lengkap kematian Vina melalui Linda. Melalui cerita yang secara spontan direkam suara oleh kakaknya, diketahui bahwa Vina dan kekasihnya meninggal bukan karena kecelakaan tunggal, melainkan dibunuh dengan sadis oleh sekelompok geng motor. Bahkan tragis, kelompok ini menyiksa dan memperkosanya.

Salah satu orang yang ada di geng motor tersebut adalah Egi. Dia merupakan kenalan Vina dan juga sahabat dari Eky, kekasih Vina.

Diceritakan bahwa Egi pernah menyimpan rasa kepada Vina. Namun Vina menolaknya dengan cukup kasar, yakni sampai meludahi Egi. Hal itulah yang diduga membuat Egi marah. Hingga akhirnya Dia bersama geng motornya membalas dendam dengan menyiksa dan membunuh Vina tepat di depan mata Eky. 

Film berdurasi 1 jam 40 menitan itu, menghadirkan kisah pilu dari peristiwa nyata yang dulu menimpa sepasang kekasih. 

Menurutku, film ini cukup sedih karena melihat Vina yang diperankan Nayla D. Purnama. Sebagai perempuan rasanya tak tega melihat Vina diperlakukan seperti itu.

Peran Lydia Kandou sebagai nenek juga cukup bagus. Sayangnya, entah mengapa, ada beberapa dialog yang terasa kaku dari kisah dengan layer yang setipis selotip.

Nah, paling mantap itu bahkan sampai buat aku terngiang-ngiang itu ada di scene kesurupannya. Yap, scene kesurupan dalam film ini berhasil memberikan kesan yang kuat, terutama dengan efek sound yang dieksekusi dengan baik

Walau pun begitu, entah kenapa rasaku film ini isinya serba flashback. Apa karena emang mengangkat cerita dari kisah nyata makanya begitu kali ya. 

Tapi ya tapi, film ini sukses menyampaikan pesan soal dampak buruk bullying. 

Segitu dulu versi dari aku. Menurut kelen gimana?

You Might Also Like

3 komentar

  1. Dampak buruk bullying? siapa yg di bully di film ini kak? Btw ini banyak banget kontroversinya ya. sampai kasus nya di buka kembali di dunia nyata.

    BalasHapus
  2. Sisi positif mgkn mengungkap bullying, trus membuka kembali kasus ini utk mencari pelakunya. Tp di sisi lain, byk kontroversi nya jg. Ah mgkn kakak sudah paham di bagian mana itu.

    BalasHapus
  3. Belum nonton. Eh gak akan nongon sih maksudnya. Awak gak nonton genre film horor soalnya. Apalagi horor Indonesia...wkkk. Kalau drama yg ada horornya pun langka awak tonton. Paling karena rekomendasi atau sikon yg tertentu aja. Kayak lagi pingin nonton thriller investigasi yang memang rate nya 8 ke atas gitu

    BalasHapus

Ads Here

Sidebar Ads

Like us on Facebook

Follow Instagram