Ini Alasan Kenapa E-book Lebih Minimalis Ketimbang Buku Fisik

Januari 13, 2022


Diantara kamu siapa yang suka baca nih? Yap, membaca buku sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang di dunia. Mulai dari pelajar, dewasa, pekerja, muda, dan tua menganggap buku adalah kebutuhan. Terlebih lagi untuk mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. Selain itu, buku pun bisa menjadi sarana untuk mendapatkan hiburan. Ada banyak buku fiksi karya penulis dari luar dan dalam negeri dengan berbagai genre. Mulai dari puisi, kumpulan cerpen, novel, sampai prosa. 

Biasanya, orang-orang mendapatkan buku dengan cara membelinya di toko buku, meminjam di perpustakaan, atau meminjam punya teman. Nah, pilihan terakhir ini dipilih oleh sebagian orang yang menganggap harga buku kelewat mahal dan bisa bikin kantong bolong. It's oke, asalkan bukan buku bajakan, ya.

Tapi sekarang ini, seiring berkembangnya teknologi informasi, membaca buku bisa dilakukan dengan sangat mudah melalui gadget dan internet, yaitu dengan E-Book atau Buku Elektronik. Teknologi ini mulai berkembang di tanah air sejak pemerintah menerbitkan Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk kalangan pelajar. Dan saat ini masyarakat Indonesia juga udah mulai sadar akan kemudahan membaca buku secara elektronik dan dinilai lebih minimalis ketimbang buku fisik. Kok gitu ya? Berikut 5 alasan mengapa buku elektronik atau E-Book lebih minimalis ketimbang buku fisik.

Biaya Terjangkau Bahkan Gratis

Nggak dipungkiri lagi sih, memang harga buku fisik akan lebih mahal. Apalagi, yang masuk kategori best seller penulis terkenal, ada yang sampai ratusan ribu rupiah. Harga itu bagi sebagian orang bisa buat akhir bulan makan mie instan selama seminggu.

Berbeda dengan E-Book atau buku elektronik yang memiliki harga lebih terjangkau. Harga buku elektronik bisa lebih murah 30 sampai 50 persen dari harga buku fisik. Hal ini yang membuat E-Book lebih minimalis karena bisa menekan pengeluaran.

Nggak cuma itu, buku elektronik juga bisa didapatkan secara gratis dengan cara meminjam E-Book di platform perpustakaan digital seperti iPusnas. Tapi, jangan lupa kamu juga harus siap kuota internet, biar kamu baca ratusan buku. Gimana? Minimalis, kan?

Lengkap dan Fleksibel

Kamu pasti pernah kan ke toko buku, tapi buku yang diincar malah nggak ada? Atau toko buku di kotamu terbatas? Hal ini bisa ditanggulangi dengan membeli E-Book. Karena sekarang ini udah banyak platform E-Book yang bisa dipasang di gadget kamu. Mulai dari Gramedia Digital, Google Play Book, Amazon Kindle, Apple Book, dan lain sebagainya. Selain itu, dalam satu platform pun sudah memiliki katalog buku elektronik yang kelewat lengkap. Jadi, nggak ada lagi drama mencari buku best seller ke luar kota karena terbatas deh.

Selain itu, E-Book pun lebih fleksibel karena kamu cuma harus membawa gadget. Dengan membawa satu gadget, kamu seperti membawa perpustakaan pribadi. Hal ini pun membuat aktifitas menjadi minimalis. Jadi saat berpergian, kamu nggak harus ribet bawa tas besar hanya untuk membawa sebuah buku. 

Nggak makan banyak ruang

Karena sifat E-book yang fleksibel membuatnya nggak memakan banyak ruang, baik di rumah atau kamar. Kamu nggak harus bela-belain sisihkan uang jajan untuk beli rak buku agar bisa menampung semua koleksi buku yang sudah dibeli. Karena semuanya sudah ada dalam gadget.

Tidak hanya ruang fisik, ruang penyimpanan di gadget kamu pun bisa lebih minimalis, lho. Sebab, saat ini, hampir semua platform buku elektronik sudah menggunakan sistem cloud storage untuk menyimpan buku yang kamu beli. Jadi ketika sewaktu-waktu kamu menghapus data buku elektronik, buku itu tetap bisa dibaca dan legal.

Nggak Perlu Perawatan

Merawat buku memang adalah hal yang wajib dilakukan kolektor buku. Sebab, bisa saja buku itu berdebu atau kotor. Bahkan, bisa aja buku itu meninggalkan bercak kuning kalau tidak dibaca dan disimpan dalam waktu yang lama.

Nah, hal ini nggak perlu dilakukan kalau kamu membaca buku elektronik. Sebab, buku yang bersifat elektronik nggak bisa kamu pegang. Jadi, kamu cuma perlu merawat gadget yang kamu miliki. 

Lebih Ramah Lingkungan

Kita tahu kalau buku fisik itu dibuat dari kertas yang berasal dari pepohonan. Semakin banyak buku, semakin banyak pohon yang ditebang. Hal ini yang membuat sebagian orang menilai buku fisik kurang ramah lingkungan. Kecuali, reboisasi di negara kita sudah konsisten dan seimbang dengan pohon yang ditebang. Namun, kita tahu sendiri kalau masalah lingkungan kadang tidak mendapatkan tempat yang lebih istimewa di negara kita. Jadi nggak heran dong kalau E-book disebut lebih ramah lingkungan karena sifatnya yang digital. Minimalis banget, kan?


You Might Also Like

0 komentar

Ads Here

Sidebar Ads

Like us on Facebook

Follow Instagram