[Sastra] Saat Aku Terlambat Menyadari Itu Cinta

Januari 18, 2018


Aku menyukai seseorang dengan diam yang mempesona, seseorang yang tidak juga kutahu bagaimana dia sebenarnya, yang entah apa dia menganggapku selama berkenalan hingga sekarang. Tapi aku telah berani memberikan rasa untuknya sedangkan dia tidak melakukan hal yang sama. 

Aku akan mengenang beberapa serpihan cerita dengannya. Seseorang yang datang mengobati trauma dengan cinta hingga pada akhirnya (juga) melakukan hal yang sama. Hingga pada akhirnya aku kembali mengenang bagaimana rasanya berjuang dan bangkit sendiri karena keterpurukan yang pernah aku alami. 

Aku mengalami semuanya dan aku menikmatinya. Aku tidak pernah mengalahkan siapa-siapa dalam hal ini, karena aku dan kamu tidak bisa memilih akan jatuh cinta kepada siapa. Tapi pastinya karena cinta aku tahu bagaimana rasanya....

Mempertahankan seseorang yang seharusnya dilepas

Beberapa tahun lalu, saat aku masih duduk di bangku SMA aku telah menyukainya. Diam-diam rasa itu kupendam. Aku menatapnya dengan penuh cinta dan rasa sayang. Tiap apa yang dia katakan seakan indah semuanya. Aku tidak peduli orang berkata apa tentangnya, karena bagiku dia yang terbaik dan satu-satunya. 

Sayangnya apa yang kulakukan tidak pernah dia pahami. Dia sibuk dengan teman-temannya dan juga teman-temanku. Bahkan dia sempat bercerita bahwa dia menyukai teman dekatku. 

Aku sangat bodoh kala itu, saat aku tahu kau menyukainya, aku masih saja membiarkan rasa ini bersemai. Aku terus menantinya yang jelas-jelas tidak akan memilih aku. Aku memasung hidupku dengan sebuah penantian dan merasakan sesak tidak karuan. Hingga akhirnya dengan sekuat hati aku memaksa hati untuk melangkah jauh dari rasa untuknya. Dengan sekuat hati menutup segala kenangan tentang dia. Aku melepasnya. 

Menemukan dan dihancurkan juga

Setelah aku melepasmu, aku menemukan seseorang yang namanya berakhiran sama denganmu. Dia yang membuat aku melupakanmu. Dan aku sempat menganggap dia lebih dari sekedar teman. 

Saat itu hari-hariku sangat sempurna. Tawa saja yang kudapat saat dengannya. Begitu banyak kenangan dan pelajaran yang aku dapatkan darinya sebelum dia melukai aku dengan sesukanya. 

Saat cinta terlambat disadari

Setelah berakhir dengannya tanpa apa-apa, aku sudah tidak ingin lagi mengenal yang lainnya. Aku bosan terus-terusan salah dalam pencarian. Aku  berusaha tidak peduli dengan yang namanya lelaki. Hingga kedatanganmu saat itu tidak pernah aku rasa. 

Aku terlambat menyadari bahwa aku menyukaimu. Terlambat menyadari bahwa ada rasa yang aneh saat tidak melihat atau mendengar kabarmu. Aku takut mengakaui bahwa hadirmu saat itu membuatku nyaman dan itulah hal yang sebenarnya kuinginkan. 

Kini kau telah pergi dan membawa dirimu jauh dariku. Kau tidak membiarkan aku ada lagi untuk mengisi harimu, meski hanya sekedar adik saja. Bahkan kau tidak membiarkan aku menyimpan kenangan yang ada, meski sedikit saja. 

Jatuh bangun dalam hal percintaan membuatku belajar banyak mengenai keikhlasan dan perjuangan.

You Might Also Like

0 komentar

Ads Here

Sidebar Ads

Like us on Facebook

Follow Instagram